Muliyadi Buka Musprov Igornas Aceh, Siapa Ketua Terpilih??
Musprov I IGORNAS Aceh secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh yang diwakili oleh Muliyadi, S.Pd., selaku Kepala Seksi Pembudayaan dan Olahraga (Kasi P2O). Dalam sambutannya, Muliyadi menegaskan pentingnya peran strategis guru olahraga dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Aceh yang sehat, bugar, dan berkarakter. Ia juga menyampaikan harapannya agar IGORNAS Aceh ke depan semakin aktif menghadirkan program-program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan guru olahraga di lapangan.
Menurut Muliyadi, Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh menantikan kontribusi konkret IGORNAS dalam bentuk pelatihan dan pembekalan bagi guru olahraga, baik terkait peningkatan kebugaran fisik secara umum maupun penguatan kompetensi pembelajaran pendidikan jasmani yang adaptif dengan perkembangan zaman. Program-program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas profesional guru olahraga sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan jasmani di Aceh.
Di tengah suasana musyawarah, Ketua Umum IGORNAS Aceh, Dr. Muhammad Iqbal, M.Pd., AIFO, menyampaikan rasa duka mendalam atas dua peristiwa besar yang dirasakan langsung oleh keluarga besar IGORNAS Aceh. Kesedihan pertama disampaikan atas wafatnya almarhum Dr. Drs. Syamsulrizal, M.Kes, pembina IGORNAS Aceh yang visioner, yang hingga Musprov ini digelar belum genap 40 hari berpulang menghadap Sang Pencipta.
Dr. Iqbal menuturkan bahwa almarhum memiliki dedikasi dan kontribusi luar biasa bagi lahirnya serta berkembangnya IGORNAS Aceh. Berkat gagasan, keberanian, dan visi besarnya, IGORNAS Aceh mampu tumbuh pesat dan tidak membutuhkan waktu lama untuk mengepakkan sayap hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Aceh. Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi organisasi, sekaligus meninggalkan jejak perjuangan yang akan terus menjadi inspirasi bagi pengurus dan guru olahraga di Aceh.
Kesedihan kedua disampaikan atas musibah banjir yang baru-baru ini melanda sejumlah kabupaten dan kota di Aceh. Bencana tersebut, menurut Dr. Iqbal, turut berdampak pada aktivitas dan kondisi para pengurus IGORNAS, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Ia mengajak seluruh keluarga besar IGORNAS Aceh untuk mendoakan para korban serta memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah situasi sulit yang dihadapi masyarakat.
Musprov I IGORNAS Aceh sendiri menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus penentuan arah kepemimpinan IGORNAS Aceh ke depan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan kematangan organisasi dalam bermusyawarah serta mengambil keputusan strategis.
Terpilihnya kembali Dr. Muhammad Iqbal menjadi bukti kepercayaan penuh anggota terhadap kepemimpinannya. Selama periode sebelumnya, IGORNAS Aceh dinilai berhasil memperkuat struktur organisasi, memperluas jaringan hingga ke daerah, serta meningkatkan peran strategis guru olahraga dalam pembangunan olahraga dan pendidikan jasmani di Aceh.
Menariknya, dalam forum Musprov tersebut, Dr. Iqbal juga menyampaikan bocoran penting terkait Qanun Keolahragaan Aceh yang baru saja dirampungkan bersama tim Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Salah satu poin strategis dalam qanun tersebut adalah pelibatan langsung guru olahraga dalam pelaksanaan tes kebugaran jasmani bagi peserta didik.
Kebijakan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan peran dan posisi guru olahraga sebagai aktor utama dalam peningkatan kualitas kesehatan dan kebugaran masyarakat Aceh. Menurut Dr. Iqbal, regulasi tersebut tidak hanya menjadi bentuk pengakuan terhadap profesionalitas guru olahraga, tetapi juga membuka ruang kontribusi yang lebih nyata dalam sistem pembangunan keolahragaan daerah.
Musprov I IGORNAS Aceh pun ditutup dengan optimisme dan harapan besar agar kepengurusan ke depan mampu membawa organisasi semakin maju, adaptif, dan relevan dengan kebijakan daerah. Dengan kepemimpinan yang berkelanjutan, sinergi dengan pemerintah, serta dukungan regulasi melalui Qanun Keolahragaan Aceh, IGORNAS Aceh diharapkan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan generasi Aceh yang sehat, bugar, dan berkarakter, sekaligus tetap peka terhadap duka dan tantangan yang dihadapi masyarakat.

