Pendidikan Olahraga Venezuela Terhenti di Tengah Konflik

Venezuela, 7 Januari 2026. Di tengah dentuman senjata dan ketegangan politik yang meningkat, pendidikan olahraga di Venezuela ikut terpuruk. Krisis yang selama ini membelit negeri Amerika Latin itu kini kian dalam setelah serangan militer Amerika Serikat pada awal Januari.

Situasi paling terasa terjadi di sekolah-sekolah dan fasilitas pendidikan olahraga di berbagai wilayah Venezuela, termasuk Caracas. Lapangan olahraga berubah sunyi, sekolah sering ditutup sementara, dan aktivitas pendidikan jasmani terpaksa dihentikan demi alasan keamanan.

Kondisi ini terjadi karena konflik bersenjata dan ketidakstabilan nasional membuat pemerintah dan masyarakat memprioritaskan keselamatan serta kebutuhan dasar. Anggaran pendidikan tersedot untuk penanganan darurat, sementara sektor olahraga—yang sejak lama kekurangan dana—semakin terpinggirkan.

Yang paling terdampak adalah siswa, guru pendidikan jasmani, dan atlet muda Venezuela. Banyak guru olahraga terpaksa menghentikan pembelajaran karena fasilitas rusak, listrik padam, atau minimnya kehadiran siswa. Atlet usia sekolah kehilangan ruang berlatih, bahkan sebagian terpaksa meninggalkan bangku pendidikan demi membantu keluarga bertahan hidup.

Krisis ini mencuat setelah serangan militer AS pada Sabtu dini hari, 3 Januari, yang menewaskan puluhan orang dan memicu kecaman internasional. Sejak saat itu, aktivitas pendidikan di banyak daerah berjalan tidak normal, termasuk mata pelajaran olahraga yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk tumbuh sehat dan kuat.

Dampaknya terjadi secara sistematis dan berlapis. Sekolah mengurangi jam pelajaran olahraga, fasilitas terbengkalai tanpa perawatan, guru kekurangan dukungan, dan generasi muda kehilangan akses terhadap pembinaan fisik dan karakter. Pendidikan olahraga yang seharusnya membangun disiplin, kesehatan, dan harapan masa depan justru ikut menjadi korban konflik.