Beasiswa Khusus Atlet Dinilai Diskriminatif, Ini Jawaban Brian Yuliarto
Brian Yuliarto mengingatkan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan olahraga bagi para atlet. Ia menegaskan bahwa atlet harus mampu mengembangkan kedua bidang tersebut secara maksimal. “Jangan sampai atlet tidak maksimal di akademiknya, maupun di olahraganya tidak berkembang,” ungkapnya.
Menteri Brian juga menyarankan agar data atlet nasional digabungkan untuk menyusun kebijakan beasiswa yang lebih tepat sasaran. Ia mengusulkan agar Kemdiktisaintek dan Kemenpora memperkuat kolaborasi teknis dalam mengelola database atlet bersama. Hal ini akan memudahkan identifikasi, seleksi, hingga pemantauan studi atlet secara sistematis dan akuntabel.
Menpora Erick Thohir menambahkan bahwa sinergi antar kementerian sangat diperlukan untuk memastikan masa depan akademik para atlet. Ia menjelaskan pentingnya penguatan skema beasiswa bagi atlet yang sedang berlatih maupun yang sudah mengharumkan nama bangsa. Erick berharap bahwa skema ini tidak hanya memberikan akses pendidikan tinggi, tetapi juga memastikan kelanjutan karier atlet setelah kompetisi berakhir. “Kita butuh sistem yang jelas agar pembinaan olahraga tetap optimal dan pendidikan mereka juga berkembang,” ujarnya.
Langkah ini juga sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pengembangan talenta unggul di Indonesia tidak hanya melalui prestasi akademik, tetapi juga prestasi olahraga yang dapat mengharumkan nama negara di level internasional.
Sementara itu, Universitas Pertahanan (Unhan) RI juga memberikan kesempatan beasiswa penuh bagi putra-putri Papua, khususnya dari Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi pertahanan. Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unhan, dr. Ferdik Sukma Wahyudin, menjelaskan bahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto membuka peluang bagi putra-putri Papua untuk berkuliah di Unhan dengan fasilitas lengkap, seperti beasiswa penuh, asrama, dan laptop.
Selain program S1, Unhan juga membuka program Diploma Tiga (D3) di bidang permesinan kapal, pertanian, dan perkebunan, dengan beasiswa penuh. Tujuan utama dari program ini adalah menghasilkan prajurit TNI dengan pangkat Letnan Dua. Calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di Unhan harus memenuhi kriteria tertentu, seperti nilai yang baik dan skor TOEFL yang memadai.
Pemerintah juga memastikan bahwa mahasiswa dari Indonesia Timur, terutama Papua, mendapatkan fasilitas yang memadai untuk mendukung pendidikan mereka. Fasilitas ini termasuk uang saku, asrama, dan bantuan penempatan kerja setelah lulus. "Kebijakan ini memprioritaskan anak-anak Indonesia Timur dan memberikan fasilitas belajar lengkap," kata dr. Ferdik.
Sub. bidik24.com
