UBBG Resmi Hadirkan S2 Pendidikan Jasmani, Perluas Akses Studi dan Kuatkan SDM Olahraga Aceh
Persetujuan ini tercantum dalam Keputusan Menteri Nomor 405/B/O/2026 yang ditetapkan pada 21 April 2026. Izin diberikan setelah melalui proses verifikasi dan evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Program Magister Pendidikan Jasmani ini dinilai telah memenuhi standar dasar akreditasi, sehingga layak dijalankan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Aceh.
Rektor UBBG, Lili Kasmini, menyebutkan bahwa pembukaan program ini merupakan bentuk respons terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga ahli di bidang pendidikan jasmani dan olahraga.
Ia menegaskan, kehadiran program S2 ini akan mempermudah masyarakat Aceh untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus keluar daerah, sekaligus menjadi upaya nyata dalam mencetak sumber daya manusia olahraga yang profesional.
Direktur Pascasarjana, Bansu Irianto Ansari, menjelaskan bahwa kurikulum program dirancang secara adaptif dengan memadukan pendekatan teoritis dan praktis, serta berorientasi pada perkembangan ilmu keolahragaan.
Menurutnya, lulusan nantinya diproyeksikan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai peneliti dan praktisi yang mampu memberikan kontribusi nyata melalui pendekatan berbasis riset.
Sementara itu, Wakil Direktur Pascasarjana I, Didi Yudha Pranata, memastikan kesiapan akademik telah dirancang secara menyeluruh, mulai dari kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) hingga tenaga pengajar yang sesuai bidang keahlian.
Hal tersebut diperkuat oleh Wakil Direktur Pascasarjana II, Zikrur Rahmat, yang menekankan pentingnya sistem tata kelola dan dukungan institusi dalam menjaga keberlanjutan serta kualitas program.
Dengan hadirnya program ini, UBBG membuka peluang lebih luas bagi masyarakat Aceh untuk mengembangkan kompetensi di bidang olahraga dan pendidikan jasmani. Selain itu, program ini juga mendorong lahirnya riset-riset inovatif yang relevan dengan kebutuhan daerah, termasuk pengembangan olahraga berbasis potensi lokal.
UBBG menegaskan komitmennya untuk menjalankan program sesuai standar nasional pendidikan tinggi, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki kualitas unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.
