Ketika Guru PJOK Mengubah Hidup Murid


Kadang, seorang guru tidak tahu bahwa pelajaran yang ia berikan hari ini akan diingat muridnya seumur hidup.

Jordon Sweet, pemain profesional Australian Football League (AFL), masih mengingat guru olahraga di sekolahnya, Karl Read.

Bertahun-tahun setelah lulus, Sweet kembali menemui gurunya.

Yang ia ingat bukan hanya teknik olahraga. Ia mengingat bagaimana gurunya membuat olahraga terasa menyenangkan, kompetitif, tetapi tetap membuat setiap siswa merasa dihargai.

Kisah ini sederhana, tetapi pesannya besar.

Guru PJOK bukan hanya mengajarkan cara berlari, melompat atau bermain bola.

Guru PJOK bisa menjadi orang pertama yang membuat seorang anak percaya bahwa dirinya punya kemampuan.

Tidak semua murid akan menjadi atlet.

Tetapi setiap murid bisa belajar tentang disiplin, kerja sama, keberanian, sportivitas dan pantang menyerah melalui olahraga.

Mungkin hari ini guru PJOK merasa hanya sedang mengajar satu jam pelajaran.

Namun bagi seorang murid, bisa jadi itulah satu jam yang membuatnya menemukan kepercayaan diri.

Karena guru olahraga yang hebat bukan hanya mencetak atlet. Ia meninggalkan kenangan yang mengubah kehidupan.

Untuk Guru PJOK Indonesia

Teruslah mengajar dengan hati.
Karena kita tidak pernah tahu, murid mana yang suatu hari nanti akan kembali dan berkata:
“Pak/Bu, ternyata pelajaran olahraga Anda dulu mengubah hidup saya.”