FKIP USK Bidik Dunia Lewat Petanque Internasional 2025
Banda Aceh. Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan sejarah penting dalam dunia olahraga mahasiswa.
Melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), kampus kebanggaan rakyat Aceh ini akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Internasional Petanque Antar Mahasiswa dan Double Open 2025, sebuah ajang yang diyakini bakal menyedot perhatian pecinta olahraga petanque dari dalam maupun luar negeri.
Kejuaraan ini digelar dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dalam mengembangkan peran serta lembaga di ajang internasional, dan akan berlangsung di Gelanggang Petanque Sport Centre USK pada 10–13 Oktober 2025, didahului dengan Technical Meeting dan Refreshing Arbitre pada 9 Oktober. Ajang ini menjadi momentum kebangkitan olahraga petanque Aceh di panggung nasional bahkan internasional.
Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, menegaskan bahwa kampus mendukung penuh penyelenggaraan kejuaraan internasional ini sebagai wujud nyata kontribusi USK terhadap pengembangan olahraga dan sport tourism Aceh. “Universitas tidak hanya melahirkan insan akademis, tetapi juga menjadi motor pembangunan melalui olahraga. Petanque adalah salah satu cabang yang potensial, dan USK siap menjadi pusatnya,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FKIP USK, Syamsulrizal, M.Kes, menambahkan bahwa ajang ini bukanlah kegiatan yang hadir secara tiba-tiba, melainkan telah lama direncanakan untuk mendukung internasionalisasi FKIP USK sesuai dengan visi dan misi fakultas. “Kejuaraan ini merupakan bagian dari strategi besar FKIP dalam memperluas jejaring internasional. Melalui event ini, kami ingin menunjukkan kesiapan FKIP USK berkiprah di level global sekaligus menjadikannya ajang persahabatan, prestasi, dan integrasi dunia kampus dengan olahraga internasional,” jelasnya.
Event besar ini juga mendapat dukungan penuh dari Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI). Ketua Umum PB FOPI, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes, mengapresiasi langkah USK dan FKIP dalam menyelenggarakan kejuaraan internasional. “Aceh punya energi besar untuk memajukan petanque. Ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan berjenjang menuju prestasi dunia,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum FOPI Aceh, Prof. Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur, BC. Menurutnya, kejuaraan ini mempertegas posisi Aceh sebagai pionir olahraga petanque di kawasan barat Indonesia. “Dengan dukungan kampus, pemerintah, dan PB FOPI, kita ingin Aceh menjadi rumah bagi event-event besar petanque,” jelasnya.
Sementara itu, Abdurrahman, M.Kes, selaku Dewan Pembina FOPI Aceh yang juga Ketua Panitia Pelaksana menekankan pentingnya kolaborasi. “Sinergi antara akademisi, organisasi olahraga, dan pemerintah akan menjadikan petanque sebagai olahraga yang tidak hanya berprestasi, tapi juga mendukung sport tourism Aceh,” ungkapnya.
Turnamen ini mempertandingkan empat nomor: Double Men, Double Women, Double Mix, dan Double Open. Panitia menyiapkan total hadiah Rp 80 juta, dengan rincian juara pertama tiap nomor Rp 8 juta, juara kedua Rp 5 juta, juara ketiga & keempat Rp 2,5 juta, bahkan hingga peringkat 5–8 untuk Double Open masih mendapat Rp 500 ribu.
Dengan sistem “Double Knock Out Group” hingga semifinal dan final skor penuh hingga 13 poin, setiap pertandingan diyakini akan berlangsung menegangkan.
Bagi Nurul Amri Bin Ahmad dari UniMAP Perlis Arau Malaysia yang merupakan Technical Delegate, kejuaraan ini bukan sekadar turnamen, melainkan laboratorium sport tourism. “Kehadiran atlet dari berbagai daerah bahkan negara adalah momentum memperkenalkan Aceh sebagai tuan rumah yang ramah, religius, dan memiliki fasilitas olahraga modern,” jelasnya.
Selain memacu prestasi atlet muda, kejuaraan ini juga dipandang sebagai pintu masuk promosi Aceh di kancah nasional maupun internasional. Dengan keterlibatan perguruan tinggi, federasi olahraga, hingga pemerintah, Aceh optimis menjadikan olahraga sebagai instrumen pembangunan manusia dan daerah.
Jadwal Kejuaraan:
- 9 Oktober 2025: Coba lapangan, refreshing arbitre, technical meeting
- 10 Oktober 2025: Double Men & Double Women
- 11 Oktober 2025: Double Mix
- 12 Oktober 2025: Penyisihan Double Open
- 13 Oktober 2025: Quarterfinal hingga Final, penutupan dan pengalungan medali Double Open
Pemenang tiap nomor akan mendapat penghormatan resmi di arena, dengan prosesi penyerahan medali dan uang pembinaan yang penuh kebanggaan (Red/Humas)