Ketika Dokter Cilik Jadi Penyelamat Kesehatan

"Foto bersama Tim Pengabdian FKG USK, dokter cilik, guru UKS, dan pihak MIN 20 Aceh Besar usai pelaksanaan Workshop Skrining Pemeriksaan Gigi dan Mulut, Sabtu (23/8/2025)."

Aceh Besar. Suasana ceria sekaligus penuh semangat tampak di halaman MIN 20 Aceh Besar pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Hari itu, Tim Pengabdian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala (FKG USK) hadir menggelar Workshop Skrining Pemeriksaan Gigi dan Mulut yang melibatkan dokter cilik dan guru UKS. Program ini dipimpin langsung oleh drg. Citra Feriana Putri, M.Si, dan mendapat sambutan hangat dari pihak madrasah.

Kepala MIN 20 Aceh Besar, Adriah, S.Ag., MA, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi para siswa. Menurutnya, perhatian FKG USK bukan hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan sehat yang akan berdampak panjang bagi kehidupan anak-anak. “Kami sangat mengapresiasi kepedulian FKG USK. Ini bentuk dukungan nyata dalam mencetak generasi yang sadar kesehatan sejak dini,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala UKS, Nur Anita, S.Pd. Ia menilai workshop tersebut bukan sekadar pelatihan, tetapi sebuah investasi kesehatan bagi madrasah. “Program ini sangat bermanfaat. Anak-anak bisa menjadi ‘dokter kecil’ yang paham cara menjaga gigi dan mulut, sementara guru memiliki keterampilan melakukan deteksi dini bila ada masalah kesehatan siswa,” jelasnya.

Dalam sesi workshop, para peserta diperkenalkan dengan teori dasar pentingnya menjaga kesehatan gigi, mulai dari cara menyikat gigi yang benar, pola makan sehat, hingga bahaya jika kebersihan mulut diabaikan. Lebih menarik lagi, peserta juga berkesempatan melakukan praktik langsung skrining sederhana. Anak-anak terlihat antusias memeriksa gigi teman sebayanya, sementara para guru mencoba metode pemeriksaan dasar yang bisa diaplikasikan sehari-hari di sekolah.

drg. Citra Feriana Putri, M.Si, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen FKG USK dalam mendukung program promotif dan preventif di bidang kesehatan. Ia menegaskan bahwa pendidikan kesehatan sebaiknya dimulai sejak usia dini, bukan hanya di rumah sakit. “Kami berharap ilmu yang diberikan bisa terus diteruskan oleh dokter cilik dan guru UKS. Dengan begitu, terbentuk budaya menjaga kesehatan gigi sejak dini di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Workshop ini berlangsung meriah dan penuh interaksi. Para siswa tampak percaya diri saat tampil mempraktikkan teknik pemeriksaan, bahkan beberapa di antaranya dengan bangga menyebut dirinya siap menjadi duta kecil kesehatan gigi di sekolah. Guru-guru pun merasa terbantu karena kini mereka memiliki keterampilan tambahan untuk mendampingi siswa menjaga kebersihan mulut.

Bagi FKG USK, kegiatan pengabdian masyarakat ini bukan hanya agenda rutin, melainkan bagian dari misi besar universitas untuk menyebarkan pengetahuan dan keterampilan kesehatan hingga ke pelosok Aceh. Di sisi lain, bagi MIN 20 Aceh Besar, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dengan dunia kesehatan.

Workshop ini akhirnya ditutup dengan pesan sederhana namun mendalam: gigi yang sehat adalah investasi masa depan. Dengan senyum sehat, anak-anak akan lebih percaya diri, lebih bersemangat belajar, dan lebih siap menyongsong masa depan. (Red/A)